STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENERAPKAN BUDAYA RELIGIUS (STUDI KASUS DI MA HASAN JUFRI BAWEAN)

Authors

  • SHOLIHAN STAI Hasan Jufri Bawean

Keywords:

strategi, guru, pendidikan, religius

Abstract

Secara terperinci tujuan pendidikan nasional dijelaskan dalam pasal 3 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Standart Pendidikan Nasional (selanjutnya akan disebut UUSPN), bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Untuk mewujudkan tujuan pendidika diatas maka peran guru pendidikan Agama Islam (PAI) sangat dibutuhkan, karena guru pendidikan agama Islam tidak hanya dituntut untuk mengajarkan materi Agama saja didalam kelas namun juga dituntut untuk bisa mencetak anak didiknya menjadi siswa yang mampu mengamalkan materi-materi yang disampaikan dikelas dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: Bagaimana strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI)  dalam menerapkan budaya religius pada siswa di MA Hasan Jufri Bawean?. Penelitian ini menggunakan jenis penilitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga metode yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.

            Hasil penelitian karakteristik budaya religius di MA Hasan Jufri Bawean MA. Hasan Jufri karakter budaya relegius yang di terapakan di MA. Hasan Jufri ada 7 7 yaitu: 1) memakai kopyah dan baju islami 2) budaya salam, sapa, senyum, sopan da santun (5S) 3) pembacaan doa bersama sebelum memulai pelajaran 4) sholat dhuha berjamaah 5) shalat dhuhur berjama’ah 6) tausiyah tujuh menit/kultum 7) Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).Sedangkan salah satu Strategi Guru PAI dalam Menerapkan budaya religius di MA Hasan Jufri Bawean adalah 1) Internalisasi nilai, 2) Pemberian reward dan punishment, 3) Pembiasaan, 4) Keteladanan.

References

Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005)

Asri, Budiningsih, Pembelajaran Moral Berpijak Pada Karakteristik Siswa, (Jakarta, Rineka Cipta),

Tasmara, Toto, Spiritual Centered Leadership: Kepemimpinan Berbasis Spiritual, (Jakarta: Gema Insani, 2006),.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar

Arief, Armai Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputra Pers,2002)

Thoha, CH., Kapita Thoha, CH, Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1996),

Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002)

Basrowi dan Suwandi, Memahami Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009)

Nawawi, Hadari dan Martiwi, Mimi, Penelitian Terapan, (Jakarta: Rieneka Cipta, 2002)

Sukmadinata, Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007)

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: PT.

Balai Pustaka,1991),

J. P. Kotter & J.L.Heskett, Dampak Budaya Perusahaan Terhadap Kinerja, Terj. Benyamin Molan, (Jakarta: Prehallindo, 1992)

Indrachfudi, Soekarno, Bagaimana Mengakrabkan Sekolah dengan Sekolah dengan Orang Tua dan Masyarakat, (Malang: IKIP Malang, 1994), hal. 20.

Ancok, Djamaluddin, Psikologi Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995)

Nuruddin, dkk, Agama Tradisional: Potret Kearifan Hidup Masyarakat Samin dan Tengger, (Yogyakarta: LKIS, 2003),

Roibin, Relasi Agama & Budaya Masyarakat Kontemporer, (Malang: UIN Maliki Press, 2009),

Downloads

Published

2021-01-04