JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah http://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy <p>Jurnal Ilmiyah Syari’ah diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Hasan Jufri Bawean. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman tentang hukum syari’ah. Terbit dua kali setahun yaitu bulan Maret dan bulan September. E-ISSN: 2797-2291 P-ISSN: <a href="https://manajemen-issn.lipi.go.id/30610da5-973f-435c-b36e-1c99f3d0c22b" target="_blank" rel="noopener">2798-3277</a></p> en-US sholihanhan@gmail.com (Sholihan, M.Pd.) muafiqusshobri@gmail.com (Muwafiqus Shobri) Tue, 14 Sep 2021 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PREFERENSI MASYARAKAT PEDESAAN TERHADAP PRODUK KEUANGAN SYARIAH http://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/132 <p>&nbsp;</p> <p>Industri keuangan syariah telah merambah wilayah pedesaan. Melalui perkembangan koperasi syariah yang sebelumnya dikenal dengan baitul maal wa at-tamwi (BMT) masyarakat pedesaan bisa menikmati layanan dan produk keuangan berbasis syariah. Artikel ini ditulis untuk mendeskripsikan bagaiamana preferensi masyarakat pedesaan terhadap produk keuangan syariah dan faktor-faktor apa saja yang menentukan kekuatan preferensi masyarakat terhadap produk keuangan syariah. Untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan hal tersebut penelitian disusun dengan pendekatan kualitatif melalui pengamatan terhadap realita aktivitas di beberapa BMT serta melalui wawancara mendalam terhadap masyarakat yang merupakan anggota BMT dan melakukan transaksi dengan BMT dalam beragam akad. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat preferensi masyarakat pedesaan terhadap produk keuangan syariah masing sangat rendah yaitu hanya mencapai angka 30 persen. Adapun factor rendahnya preferensi tersebut mayoritas disebabkan oleh minimnya pengetahuan mereka terhadap industry keuangan syariah, sehingga muncul asumsi bahwa tidak ada perbedaan antara produk keuangan syariah dan produk keuangan konvensional. Berdasarkan temuan di atas, maka implikasi penelitian ini diharapkan berdampak pada lebih masifnya program literasi dan inklusi produk keuangan syariah oleh seluruh stake holder, baik perbankan, koperasi syariah, lembaga pendidikan, serta para akademisi.</p> suhairiyah, Aang Kunaifi, Abdul Kadir Copyright (c) 2021 JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah http://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/132 Tue, 14 Sep 2021 00:00:00 +0000 NUSYUZ PENYELESAIN KONFLIK KELUARGA DALAM HUKUM ISLAM (TEORI DAN PRAKTINYA DI INDONESIA) http://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/135 <p>Ikatan perkawinan merupakan suatu tujuan yang sangat utama dalam Islam. Nikah dilaksanakan untuk selamanya agar suami istri bersama-sama dapat mewujudkan rumah tangga impian sebagai tempat berlindung, menikmati curahan kasih saying dan dapat memelihara anak-anaknya sehingga mereka tumbuh dengan baik.</p> <p>Konflik keluarga datang kapan dan diamana saja, jika tidak selesaikan akan berakhir pada pencerain. Islam sebagai&nbsp; agama sempurna memberikan pedoman cara menyelesaikan konflik keluarga secarah bijaksana. dengan menjunjung tinggi harat dan martabat perempuan dengan memberkan hak-haknya. Begitu juga dengan laki-laki berikan solusi tampa merendahkan dan mendiskriminalkan perempuan.&nbsp;</p> Abd Jalil Copyright (c) 2021 JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah http://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/135 Wed, 15 Sep 2021 00:00:00 +0000 E-COMMERECE DALAM PERSPEKTIF ISLAM http://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/133 <p>Interaksi sering terjadi antara manusia dengana manusia lain dalam kehidupan sehari-hari adalah jual beli. Seiring dengan perkembangan jaman, jual beli dapat dilakukan melalui media elektronik yang sering disebut <em>e-commerece</em>. Islam mengatur permasalahan ini dengan rinci dan seksama, sehingga ketika mengadakan transaksi jual beli manusia mampu berinteraksi jual beli dalam koridor syariat dan terhindar dari tindakan-tindakan aniaya terhadap sesama manusia. Hal ini menunjukan bahwa islam merupakan ajaran yang bersifat universal dan komprehensif. Hukum islam juga bersifat elastis, memperhatikan berbagai segi kehidupan dan tidak memiliki dogma yang kaku, keras dan memaksa. <em>E-commerece</em> dalam pandangan islam diperbolehkan apabila terpenuhinya rukun jual beli dalam hal hal ini adala­h rukun jual beli <em>ba’i al-salam.</em></p> muhammad zulkifli amin Copyright (c) 2021 JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah http://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/133 Tue, 14 Sep 2021 00:00:00 +0000 PERAN ISTRI DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA, TINJAUAN FIQH MUNAKAHAT (STUDI KASUS ISTRI PEKERJA HOME INDUSTRY IKAN PINDANG DI DESA TELUKJATIDAWANG) http://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/136 <p><strong>Abstrak:</strong> Peran istri dalam rumah tangga ada dua yaitu, peran publik dan domestik. Dalam hal ini, istri juga dapat ikut serta dalam membantu peningkatan ekonomi keluarga, sehingga perlu untuk mengetahui mengenai peran istri dalam meningkatkan ekonomi keluarga menurut pandangan fiqih munakahat. Peran seorang istri dapat menjadi ibu rumah tangga, mitra kerja suami dan pengusaha maka dari itu seorang istri tidak harus memiliki peran domestik saja akan tetapi seorang istri juga memiliki peran publik. Hukum seorang istri bekerja yaitu boleh tetapi dengan syarat harus mengikuti syariat islam dan mendapat izin dari suami dan kewajiban seorang suami yaitu memberi nafkah kepada seorang istri meski istri mempunyai penghasilan sendiri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, interview mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pengecekan data menggunakan perpanjangan pengamatan, meningkatkan pengamatan dan trianggulasi.</p> Masruha, Lutfiyah Copyright (c) 2021 JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah http://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/136 Wed, 15 Sep 2021 00:00:00 +0000 PERSPEKTIF ULAMA' SYAFI'IYAH DAN HANAFIYAH TENTANG KEHUJJAHAN PERSAKSIAN ORANG CACAT INDERA http://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/134 <p>Syahadah (persaksian) sebagai salah satu qorinah yang dapat menetapkan suatu hukum pada mukallaf memiliki peran yang sangat vital sekali dalam memutuskan suatu hukum. Dari itu, maka tidak mengherankan kalau hukum barsaksi itu adalah fardhu 'ain sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Sayyid Sabiq</p> <p>وهى (الشهادة) فرض عين على من تحملها متى دعي اليها وخيف من ضياع الحق , بل تجب اذا خيف من ضياعه ولولم يدع لها لقوله تعالى : (ولا تكتموا الشهادة)&nbsp;(ومن يكتمها فانه آثم قلبه)<a href="#_ftn3" name="_ftnref3"></a></p> <p><em>"Syahadah adalah fardhu 'ain atas orang yang membutuhkan (tahammul) syahadah tersebut, ketika diminta pada syahadah itu dan hawatir haknya hilang. Bahkan syahadah hukumnya wajib, jika hawatir haknya hilang walaupun tidak diminta untuk bersaksi. Karena firman Allah SWT: Janganlah kamu menyembunyikan persaksian dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah berdosa hatinya." </em></p> <p>Dalam redaksi tersebut dipaparkan bahwa persaksian, hukumnya wajib bagi seseorang yang memiliki suatu syahadah ketika ditakutkan hilangnya suatu kebenaran. Dalam hal ini Sayyid sabiq menggunakan dalil al-Qur'an.</p> <p>Sekilas dalam catatan sejarah, pada tahun 2004 K. H. Abdur Rahman Wahid (Gus Dur) tercoret dari KPU ketika beliau mencalonkan sebagai presiden Indonesia. Hal ini semata-mata dikarenakan beliau cacat indera. Sebagian pers menyatakan ini tidak adil karena belum tentu orang yang tidak cacat fisik lantas tidak cacat mental.</p> <p>Terkait dengan syahadah, cacat indra ternyata juga menjadi persoalan bagi para syahid dalam hal persaksiannya. Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kita temui para tuna netra, tuna rungu dan tuna wicara. Tentunya mereka tak jarang pula merasakan apa yang terjadi di sekitar mereka, sehingga boleh jadi mereka dapat pula bersaksi di suatu pengadilan atau di hadapan qodhi. Akan tetapi mu'tabarkah persaksian mereka? mengingat syahadah sendiri berawal dari penglihatan dengan mata kepala dan disampaikan pula dengan cara bertutur kata di depan hakim.</p> <p>Ini merupakan persoalan yang perlu kiranya dibahas mengingat pada dasarnya mereka juga manusia yang juga terbebani oleh hukum-hukum yang bersumber dari Syari'. Sehingga mereka seharusnya punya hak pula untuk bersyahadah. Boleh jadi aspek <em>'adalah</em> seseorang yang cacat indera lebih terjamin dari pada orang yang tak cacat.</p> <p>Terkait dengan masalah syahadah yang akan dibahas, terjadi perbedaan pendapat antara ulama’ Syafi’iyah dan Hanafiyah. Dua imam madzhab yang termasyhur dan sudah banyak pengikutnya di Indonesia. Pengkomparasian pendapat dua imam ini tidak ditujukan untuk mencari kelemahan-kelemahan mereka, melainkan untuk mempelajari pola pikir mereka dalam menetukan sebuah hukum.</p> <p>&nbsp;</p> Muhammad Heru Hresnawanza Copyright (c) 2021 JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah http://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/134 Tue, 14 Sep 2021 00:00:00 +0000