https://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/issue/feed JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah 2021-05-31T00:00:00+00:00 Sholihan, M.Pd. sholihanhan@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal Ilmiyah Syari’ah diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Hasan Jufri Bawean. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman tentang hukum syari’ah. Terbit dua kali setahun yaitu bulan Maret dan bulan September. e-ISSN: - p-ISSN: - </p> https://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/101 KONFIGURASI FILANTROPI ISLAM DALAM TRADISI MAULID NABI SAW DI BAWEAN 2021-03-31T13:28:03+00:00 Abdul Hafidz hafidz@gmail.com <p>Abstrak<br>Penelitian ini mengkaji tentang konfigurasi filantropi Islam dalam tradisi Maulid Nabi <br>SAW di Pulau Bawean. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan <br>menggunakan teori gift exchange yang dikembangkan oleh Marcell Mouss. Dari teori tersebut <br>dapat disimpulkan bahwa tradisi maulid Nabi SAW di Bawean merupakan salah satu <br>bentuk ekspresi kegembiraan masyarakat atas dilahirkannya Rasulullah SAW. <br>Kegembiraan tersebut diinterpretasikan dalam bentuk social giving yang berupa pertukaran <br>angka’an bherkat antar sesama warga. Di samping itu, masyarakat Bawean mengumpulkan <br>dana filantropi Islam dalam bentuk bendera maulid untuk didistribusikan kepada Lembaga <br>penyelenggara maulid, sehingga dana filantropi tersebut menjadi salah satu sumber <br>pendapatan Lembaga untuk memenuhi kebutuhannya. Tradisi maulid Nabi SAW ini <br>tidak hanya dilakukan satu kali saja, namun berulangkali. Setiap Lembaga atau <br>komunitas mengadakan acara maulid. Hal ini menunjukkan bahwa Gerakan filantropi <br>berbasis agama memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan lainnya, sebab yang <br>mereka harapkan tidak hanya sekedar materi, namun ada kekuatan iman, cinta, dan <br>pahala yang menjadi harapan terbesar dari semua tindakannya</p> 2021-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 JURISY https://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/106 PERTIMBANGAN PENGADILAN AGAMA BAWEAN ATAS DISPENSASI NIKAH ANAK DI BAWAH UMUR 2021-04-03T03:17:36+00:00 mustaen mustaen@gmail.com Zuhri zuhri@gmail.com Siti Nur Faizah faizah@gmail.com <p>Pernikahan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dengan <br>perempuan yang telah mencapai batas umur yang telah ditetapkan dalam undangundang yang berlaku. Dispensasi nikah adalah permohonan perizinan dan meminta <br>keringanan untuk melangsungkan pernikahan, dimana para calon mempelai atau salah <br>satunya belum mencapai batas usia minimal untuk melangsungkan pernikahan <br>sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 <br>Tentang Perkawinan yaitu usia minimal 19 tahun. Hakim dalam hal ini melihat faktor <br>apa saja yang menyebabkan diajukannya permohonan tersebut dan juga <br>mempertimbangkan apakah permohonan tersebut akan dikabulkan atau tidak. <br>Dengan demikian, penetapan dari Pengadilan Agama mengenai dispensasi nikah <br>sangatlah penting untuk menjalankan proses aturan hukum demi kelangsungan <br>pernikahan anak di bawah umur.</p> 2021-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah https://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/103 EFEKTIFITAS UNDANG-UNDANG NOMER 16 TAHUN 2019 TENTANG BATAS USIA PERNIKAHAN 2021-03-31T13:53:47+00:00 M. Halilurrahman cholil_law@gmail.com <p>Paper ini menjelaskan tentang efektifitas Undang-Undang nomor 16 Tahun <br>2019 tentang pembatasan usia pernikahan di Pulau Bawean dan paper ini bertujuan <br>untuk mengetahui secara mendalam apakah Undang-Undang nomor 16 Tahun 2019 <br>tentang pembatasan usia pernikahan sudah diterapkan dan berjalan dengan efektif pada <br>masyarakat pulau Bawean. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan <br>pendekatan yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahw Undang-Undang <br>nomor 16 Tahun 2019 tentang pembatasan usia pernikahan belum efektif pada <br>masyarakat bawean karena masih banyaknya angka pernikahan di bawah umur yang <br>dilakukan di kalangan masyarakat. Kedua, KUA Sangkapura telah mensosialisasi <br>kepada masyarakat tetapi masih banyak faktor-faktor yang menghambat upaya KUA <br>untuk menjalankan UU Nomor 16 Tahun 2019 secara efektif</p> 2021-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 JURISY https://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/107 ANALISIS PRAKTIK PENDISTRIBUSIAN ZAKAT FITRAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI MASJID DESA LEBAK KECAMATAN SANGKAPURA BAWEAN GRESIK 2021-04-05T13:20:16+00:00 Masruha masruhau92@gmail.com Ainun Barakah Ainunbaraqah@gmail.com Ulfatun Najihah Ulfatunnajihah@gmail.com <p>Zakat fitrah adalah salah satu kewajiban atas semua individu dari umat Islam <br>yang memiliki kelebihan makanan untuk dirinya dan orang-orang di bawah<br>tanggungannya pada malam dan hari raya ‘eidul fitri. Penyaluran zakat fitrah kepada <br>orang-orang yang berhak menerimanya boleh secara langsung, atau melalui amil dan atau <br>melalui panitia yang bertindak sebagai wakil dari orang yang berzakat.Penyaluran zakat <br>baik melalui amil atau panitia memiliki beberapa karateristik yang berbeda yang <br>sebagiannya berkaitan dengan sah tidaknya zakat atau adanya konsekuensi dalam <br>penundaan penyaluran kepada mustahiqqin.Banyaknya panitia yang bertindak sebagai <br>amil dalam penyaluran zakat yang sebagian besar berbasis masjid, menimbulkan <br>pertanyaan apakah praktik tersebut sesuai dengan prosedur dan aturan yang sesuai <br>dengan hukum Islam yang dalam hal ini merujuk kepada hukum fikih Islam ataukah <br>tidak.Penelitian ini menfokuskan kepada praktik penyaluran zakat berbasis masjid di desa <br>Lebak Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik.Desa Lebak memiliki beberapa masjid <br>di beberapa dusunnya,setelah dilakukan pengumpulan data, baik dari lapangan dan <br>literature fikih Islam khususnya sudut pandang dalam mazdhab Syafi’I didapati fenomena <br>pembagian zakat yang secara umum sesuai dengan hukum Islam.Penelitian ini adalah <br>penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode library research dengan <br>pendekatan fenomenologi.Data yang diperoleh dari fenomena yang terjadi pada <br>masyarakat Lebak dianalisa dengan perspektif hukum Islam yang terdapat pada literature <br>fikih Islam</p> 2021-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah https://ejurnal.staiha.ac.id/index.php/jurisy/article/view/105 ANALISIS PRAKTIK PEMBIYAAN IJARAH MULTI JASA DI KSPPS BINA SYARIAH UMMAH 2021-04-03T03:09:40+00:00 RA Buang Rabuangstaiha@gmail.com Hos Hosaiyah Hosaiyah@gamil.com <p>Penelitian ini dilakukan di KSPPS Bina Syariah Ummah Cabang Bawean dengan<br>alasan agar bisa mengetahui mikanisme maupun masalah apa saja yang ada di dalam <br>akad multi jasa. Ijarah multi jasa merupakan salah satu diantara produk pembiyaan yang <br>ada di KSPPS Bina Syariah Ummah Cabang Bawean terhadap nasabah dalam <br>memperoleh manfaat atas suatu jasa.<br>Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pembiayaan multi jasa sejahtera <br>di Koperasi Bina Syariah Ummah dengan pertanyaan. Bagaimana mikanisme <br>pengajuan pinjaman di Koperasi Bina Syariah Ummah Cabang Bawean, dan <br>Bagaimana penanganan apabilah ada kemacetan dalam pembiyaan tersebut.<br>Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan data primer <br>dan data skunder. Adapun metode pegumpulan data yang digunakan kami dalam <br>penelitian ini yakni observasi baik secara langsung maupun tidak langsung, baik dari <br>segi wawancara karyawan di KSPPS Bina Syariah Ummah Bawean, maupun <br>dokumentasi serta penelusuran data online terkait dengan penelitian yang dilakukan di <br>koperasi tersebut.<br>Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa mikanisme pembiyaan alIjarah multi jasa pada KSPPS Bina Syariah Ummah Cabang Bawean di mulai dari calon <br>anggota melengkapi persyaratan permohonan pembiyaan multi jasa. Setelah semua <br>persyaratan dilengkapi pengajuan pembiyaan akan di ketik oleh teller koperasi <br>berbentuk file diserahkan kepada pusat melalui email. Kemudian kelengkapan <br>persyaratan akan di dokumentasikan ke tempat pengajuan pinjaman. Setelah itu hasil <br>survei akan dituangkan ke dalam hasil laporan survei untuk dianalis dan diteruskan <br>kepada mananger, sehingga manger akan memusyarakan kesemua karyawan agar <br>persetujuan tersebut bisa kami tangani bersama. Pihak mananger selanjutnya <br>mempertimbangkan hasil analisis pembiyaan dan memutuskan apakah pembiyaan <br>disetujui untuk di realisasi atau tidak. Jika pembiyaan disetujui oleh pusat melalui email <br>dan manger sudah setujuh, maka proses pencairan akan dilakukan</p> 2021-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah